KHUSU’ DALAM SHOLAT

This slideshow requires JavaScript.

“]Miftachul Wachyudi [Yudee]

Khusyu’ Dalam Sholat

Secara harfiyah khusu’ memiliki bebarapa arti; Di antaranya khusu’ berarti diam dan tenang. Arti lain adalah mengarahkan hati sepenuhnya kepada sesuatu atau kosentrasi penuh terhadap sesuatu dan mengabaikan yang selainnya. Secara Lughah (Etimologi), khusyu’ berarti rendah diri atau mendekati rendah diri. Menurut pengertian ini, khusyu’ itu terdapat pada suara, penglihatan, ketenangan dan kerendahdirian. Sedangkan pengertian khusyu’ menurut syara’ (terminologi) adalah rendah diri. Rendah diri ini kadang-kadang berada dalam hati dan kadang-kadang berasal dari anggota tubuh seperti diam.

Para fuqaha’ memberikan pengertian khusu’, yaitu rasa takut seseorang jangan sampai shalat yang dikerjakannya ditolak oleh Allah swt, yang ditandai dengan tertunduknya pandangan mata ke tempat sujud. Para fuqaha’ memberikan beberapa indikasi khusu’ dengan memelihara gerak diluar gerak shalat, seperti tidak menguap, menoleh ke kiri dan kanan, menggerak-gerakan jari tangan, memandang ke atas tetapi ke bawah.
kelompok sufi memberikan definisi khusu’ yaitu menghadirkan Allah atau kebesaran-Nya di dalam benak dan hati orang yang shalat, sehingga dia larut bersama Allah atau bersama kebesaran-Nya dan tidak menyadari keadaan di sekitarnya. Pengertian khusu’ seperti ini didasarkan surat al-Ankabut [29]: 45, “…Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar…”. Seseorang hanya bisa terhindar dari perbuatan keji dan mungkar jika dia selalu menghadirkan Allah dan kebesaran-Nya dalam setiap gerak langkahnya, tentu saja termasuk dalam shalatnya.
Allah swt memberikan suatu petunjuk untuk mencapai kekhusu’an tersebut. Seperti yang disebutkan dalam surat al-Baqarah [2]: 46
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.
Cara memperoleh khusu’ dalam ayat di atas adalah, dengan meyakini ketika shalat bahwa dia akan menemui Tuhannya dan akan kembali kepada-Nya setelah shalat dilaksanakan.
Adapun dalil yang menguatkan bahwa khusyu’ itu pekerjaan hati adalah hadis Ali ra, “Khusyu’ itu berada dalam hati” (HR. al-Hakim), hadis: “Sekiranya sanubari hati orang ini khusyu, niscaya anggota tubuhnya menjadi khusyu”, dan hadis do’a mohon perlindungan: “….dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari sanubari hati yang tidak khusyu.”
Menurut al-Ghozali khusyu’ itu wajib. Beliau menguraikan argumentasinya secara panjang lebar -untuk menguatkan pendapatnya- dalam kitab ‘Ihyaa’ Ulumuddin’. Akan tetapi, menurut Jumhur Ulama’, khusyu’ itu tidak wajib. Bahkan, Imam an- Nawawi mengklaim adanya Ijma’ yang tidak mewajibkan khusyu’.

Dalam surat al-Mu’minun [23]: 1-2 Allah swt berfirman
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ(1)الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ(2)
Artinya: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman (1), Yaitu orang-orang yang khusu’ dalam shalt mereka(2).”
Ayat inilah yang dijadikan dasar oleh sebagian ulama yang mewajibkan khusu’ dalam pelaksanaan shalat. Mereka menjadikannya sebagai salah satu dari rukun shalat. Sehingga, shalat seseorang tidak sah atau minimal tidak mencapai tingkat sempurna, jika tidak ada kekhusu’an padanya.

Allah SWT dalam surat al-Baqarah [2]: 45 menegaskan bahwa shalat adalah sesuatu yang teramat sulit, sebagaimana firman-Nya; Artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”
Memang tidak semua orang bisa mencapai khusu’ dalam shalat, dan tidak juga semua orang dibebankan supaya khusu’. Sebab, Allah swt telah menegaskan hal itu dalam surat al-Baqarah (2): 286, “…Allah tidak membebankan jiwa keculai sesuai dengan kemampuannya…”. Namun demikian, tentu semua manusia dituntut untuk selalu memperbaiki shalat mereka agar selalu lebih baik sampai akhirnya mencapai tingkat khusu’ tersebut.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s